Ekonomi Desa-Kota Kompak, Kisah TKI Masuk Kotak

Jenazah TKI

Masih belum hilang dari ingatan kita tentang kisah Dede Khadijah, TKI asal Garut, Jawa Barat yang meninggal beberapa waktu yang lalu. Penyebab kematian beliau diduga karena disiksa oleh majikannya di Arab Saudi. Melihat fenomena semacam ini, rasa-rasanya tidak berlebihan jika kita memasukkan bangsa kita ke dalam golongan bangsa yang kelewat “sabar”. Bagaimana tidak, kisah pilu seperti yang menimpa keluarga Dede Khadijah bukanlah kali pertama kita dengar. Bukan hanya sekali itu saja warga negara kita yang berniat mencari nafkah di negeri orang tetapi pulang dalam keadaan tidak bernyawa. Kalaupun tidak sampai meninggal, barangkali terlalu sering kita mendengar dan melihat berita bahwa saudara-saudara kita tersebut kembali ke tanah air dalam keadaan cacat, mulai dari fisik hingga mental. Alih-alih pendapatan melimpah, justru siksaan tak terperikan yang mereka terima. Jika kita sudah tahu bahwa kejadian semacam ini terus berulang, maka sebagai makhluk yang dikaruniai akal pikiran sudah seharusnya kita membabat habis akar dari permasalahan yang runyam ini.

Continue reading »

 

9 Keteladanan HB IX: Henkie Abdi Rakyat

On May 23, 2012, in Jogja, Leadership, Teladan, by 11januari

9 Keteladanan HB IX: Henkie Abdi Rakyat

Sri Sultan HB IX

Beberapa waktu yang lalu tepatnya Kamis, 12 April 2012, warga D.I. Yogyakarta khususnya dan Indonesia pada umumnya memperingati seabad kelahiran Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Sosok sultan kebanggaan warga Yogyakarta dan Indonesia ini lahir pada tanggal tersebut 100 tahun yang lalu yakni pada tahun 1912 di Ndalem Pakuningratan, Sompilan, Ngasem, Yogyakarta dan diberi nama Dorodjatun. Beliau lahir dari pasangan Gusti Pangeran Haryo Puruboyo dan Raden Ajeng Kustilah. Sudah menjadi tradisi Kraton Yogyakarta yakni anak laki-laki setelah disunat dipisahkan dari keluarga untuk memperoleh pendidikan kemandirian. Dorojatun kecil dititipkan pada keluarga Belanda bernama Mulder yang tinggal di Gondokusuman. Henkie, demikian sapaan akrab untuk Dorodjatun di keluarga Belanda tersebut kemudian tumbuh menjadi anak yang mandiri dan cerdas namun tetap menjaga nilai luhur yang menjadi ciri khas Yogyakarta yakni sederhana.

Continue reading »

 
Menjawab Tantangan Era Global dengan Distance Learning (DL)

Oleh: Ahmad Fajrul Falah

Agus Misyadi dan Tantowi Yahya

Semua orang yang sempat menyaksikan acara Who Wants to be a Millionaire di salah satu stasiun televisi swasta pada Sabtu 9 April 2005 lalu, tentu masih ingat dengan apa yang terjadi dalam acara itu. Agus Misyadi, salah seorang peserta acara kuis tersebut berhasil membawa pulang hadiah sebesar 500 juta rupiah yang merupakan hadiah terbesar selama acara tersebut digelar. Siapakah Agus Misyadi yang berhasil memecahkan angka spektakuler tersebut? Seorang dosenkah? Doktorkah? Atau bahkan profesor? Munculnya pertanyaan semacam ini sangat wajar adanya mengingat pertanyaan pada level tersebut bukanlah pertanyaan yang dapat dengan mudah dijawab oleh orang awam. Namun sayang sekali, Agus Misyadi sama sekali bukan seorang dosen, doktor, apalagi seorang profesor. Ia adalah seorang loper (penjaja) koran. Acungan jempol patut ia dapatkan atas usaha keras dan kegigihannya tersebut.

Continue reading »

 

Biarkan Kami Gagal!

On May 1, 2012, in Leadership, Pendidikan, by 11januari
Biarkan Kami Gagal!

Sepertinya tidak akan hilang dari benak kita dua seri iklan rokok tentang kepemudaan yang belum lama ini menghiasi layar kaca di rumah kita. Dua seri iklan ini berhasil merebut perhatian publik sejak pertama kali ditayangkan. Seri pertama iklan ini langsung melejit dengan jargonnya “Yang Muda Yang Gak Dipercaya”. Iklan tersebut menceritakan tentang seorang karyawan muda yang akan berangkat untuk presentasi. Sebelum berangkat, karyawan muda itu meminta izin kepada seniornya yang jauh lebih tua terlebih dahulu. Setelah itu, sang senior mendandani juniornya sampai benar-benar mirip dengan dirinya. Setelah sang junior berpenampilan mirip seperti sang senior yakni dengan tubuh pendek, kepala botak, kumis tebal, dan segala perangkatnya, sang senior berkata, “Ini baru keren!” sang junior pun membalas, “Keren dari Hong Kong?”

Continue reading »